Irawan Ardiansyah Cover

Irawan Ardiansyah

Dipanggil Ardy. Founder sekaligus desainer logohemat.

Membangun ekosistem desain yang memberdayakan UMKM Indonesia untuk memiliki brand identity yang kuat, terjangkau, dan profesional. Setiap bisnis kecil berhak untuk tumbuh dengan penuh percaya diri.

logo siap pakai
41
desainer terkurasi
3
kategori usaha
15
Irawan Ardiansyah - Founder of logohemat

Dari Passion Desain ke Gerakan Sosial

Perjalanan Irawan yang mengubah cara UMKM Indonesia memandang branding.

2018

Passion Dimulai

Belajar desain grafis, menjalankan project freelance pertama untuk UMKM lokal. Mulai memahami dinamika bisnis kecil dan kebutuhan mereka terhadap desain profesional.

2022

Observasi Masalah

UMKM kesulitan akses desain berkualitas dengan budget terbatas. Mulai dokumentasi problem research, wawancara dengan UMKM, iterasi solusi. Ini adalah aha moment yang mengubah segalanya.

2024

logohemat Launch

Marketplace logo eksklusif yang menghubungkan desainer dan UMKM. Setiap logo dijual satu kali saja, lalu dihapus permanen dari katalog.

2025

Scaling & Vision

Membangun ekosistem kreatif Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif. Ekspansi ke kategori desain lain (branding, packaging, social media templates). Ini baru permulaan.

Filosofi Desain Kami

Tiga prinsip yang memandu setiap keputusan dalam membangun logohemat.

๐ŸŽฏ

Terjangkau

Setiap UMKM, dari warung kopi sampai salon, berhak memiliki brand identity yang profesional tanpa harus keluar ratusan juta rupiah. Logo berkualitas tinggi tidak perlu mahal.

โœจ

Berkualitas Tinggi

Setiap desain dikurasi dan dibuat oleh desainer berbakat Indonesia. Tidak ada kompromi kualitas, hanya solusi yang extraordinary untuk brand-mu.

๐Ÿ’ช

Memberdayakan

logohemat tidak hanya menjual logo, tapi memberdayakan desainer lokal dan memberikan kesempatan UMKM untuk tumbuh dengan brand yang kuat. Ini gerakan sosial.

Kisah Dampak

Apa kata mereka yang logonya dikerjakan lewat logohemat.

Awalnya ragu karena harganya cukup terjangkau, tapi hasilnya ternyata jauh dari kata murahan. Logo yang dibuat kelihatan profesional dan sesuai dengan karakter brand kami.

HJ. AZIZATUR ROHMANIYAH

Prosesnya simpel banget. Tinggal pilih dari katalog, bayar, filenya langsung bisa diunduh. Nggak ada bolak-balik revisi sama sekali.

JAKFAR SHODIQ BUDIONO

Suka banget sama hasil akhirnya. Logo kami sekarang terasa lebih punya identitas dan jauh lebih siap dipakai untuk branding.

SUHA

Yang paling saya suka dari Logohemat adalah pilihan desainnya. Kami bisa melihat beberapa pendekatan visual sebelum menentukan logo yang paling cocok.

FIRDA NADIRA

Buat bisnis yang baru mulai dan masih punya budget terbatas, Logohemat sangat membantu. Bisa dapat logo profesional tanpa harus mengeluarkan budget besar.

UMAR HOTTOB

Awalnya mikir logo jadi pasti kurang pas buat usaha kami. Ternyata setelah ditelusuri satu-satu, ada yang karakternya nyambung banget. Recommended!

HASANUDDIN

Pelayanannya profesional dari awal sampai file final. Semua file yang dibutuhkan untuk kebutuhan branding juga diberikan dengan rapi.

ABDUL JALIL

Saya bukan orang yang paham desain, jadi disuruh menjelaskan maunya seperti apa malah bingung. Enaknya di sini tinggal lihat hasil jadinya, langsung kelihatan mana yang cocok.

ALI MUSEH

Logo yang dibuat bukan cuma bagus secara visual, tapi juga terasa cocok dengan target market brand kami. Ini yang paling saya apresiasi.

KH. FAUZI H. DHOMIRY

Worth it banget. Nggak perlu nunggu berminggu-minggu, dan yang paling penting logonya cuma dijual sekali jadi nggak bakal kembar sama usaha sebelah.

ROSYID LATIF MRL

Contoh kasus

Sepuluh kondisi yang bikin UMKM akhirnya cari logo.

Ini contoh skenario, bukan cerita pelanggan beneran. Situasinya umum kejadian di lapangan, tapi usahanya nggak merujuk siapa-siapa.

  1. Warung kopi di gang sempit

    Udah jalan dua tahun modal spanduk tulisan tangan. Giliran mau masuk GoFood, foto profilnya kalah rapi dibanding kedai sebelah.

    Ambil paket Starter Rp 199.000, dapat PNG resolusi tinggi buat foto profil sama banner di aplikasi ojol.

  2. Keripik rumahan yang mau masuk rak toko

    Pihak minimarket lokal minta packaging yang identitasnya jelas. Plastik polos ditempelin stiker nama nggak lolos.

    Paket Hemat Rp 399.000 udah termasuk file vektor, jadi percetakan bisa gedein logonya buat kemasan tanpa pecah.

  3. Laundry kiloan yang buka cabang kedua

    Cabang pertama pakai logo bikinan keponakan di Word. Giliran mau nyamain dua cabang, file aslinya udah nggak ketemu.

    Logo dari katalog dikirim lengkap sama file sumbernya, jadi nggak ada lagi drama file hilang.

  4. Jasa servis AC keliling

    Pelanggan sering ragu pas teknisi dateng, soalnya nggak ada identitas usaha di motor maupun seragamnya.

    Satu logo dipakai buat stiker motor, kartu nama, sama kaos kerja, semuanya dari file yang sama.

  5. Katering rumahan yang ngisi kantoran

    Klien tetap udah ada, tapi invoice masih dikirim lewat chat biasa. Beberapa kantor nolak karena dianggap kurang resmi.

    Logonya dipasang di kop invoice sama proposal, tanpa perlu nyewa desainer tiap bikin dokumen.

  6. Toko kelontong yang mulai jualan online

    Buka lapak di dua marketplace sekaligus. Dua-duanya minta foto profil toko, dan foto rak barang keliatan berantakan pas dijadiin bulatan kecil.

    Logo di katalog udah dites kebaca di ukuran kecil, jadi tetap jelas dipakai jadi profile picture toko.

  7. Bengkel motor pinggir jalan

    Pernah pesan logo murah lewat grup desain, terus nemu logo yang mirip banget dipakai bengkel di kecamatan sebelah.

    Logo di sini dijual sekali doang terus dihapus permanen, jadi nggak bakal nongol di bengkel orang lain.

  8. Perajin batik tulis

    Ikut pameran UMKM tingkat provinsi, dan panitia minta file vektor buat dicetak di backdrop booth sebelum deadline.

    File vektornya langsung bisa diunduh begitu pembayaran masuk, nggak perlu ngantri revisi desainer.

  9. Klinik gigi kecil di perumahan

    Butuh identitas yang keliatan bersih dan bisa dipercaya, tapi budget promosi tahun ini keburu habis buat alat sterilisasi baru.

    Harganya kebuka dari awal mulai Rp 199.000, nggak ada biaya tersembunyi dan nggak ada nego per revisi.

  10. Penjual tanaman hias

    Mau nyoba jualan lewat video pendek, dan tiap video butuh penanda visual biar penonton ngenalin akunnya.

    Logonya dipakai jadi watermark di tiap video, file background transparannya udah tersedia.

Visi Irawan untuk Ekonomi Kreatif Indonesia

Ardy percaya setiap bisnis kecil Indonesia berhak punya identitas yang kuat, dan setiap desainer yang membuatnya berhak dibayar layak. logohemat dibangun untuk mempertemukan keduanya di satu tempat, tanpa lelang harga dan tanpa logo kembar. Ini masih permulaan.

๐ŸŽจ

UMKM naik kelas

punya identitas yang tidak kembar dengan siapa pun

๐Ÿ’ฐ

Desainer dibayar layak

royalti 70 sampai 80 persen, bukan harga lelang

๐ŸŒŸ

Global Recognition

untuk kreativitas Indonesia

Konsultasi 1-on-1

Bingung mulai dari mana?

Ngobrol langsung denganku. Tidak ada biaya, tidak ada kewajiban membeli, kalau ternyata yang kamu butuhkan bukan logo, aku bilang apa adanya.

  • Menentukan arah visual yang cocok dengan usahamu
  • Memilih logo yang tepat dari katalog, atau membahas kebutuhan khusus
  • Menyiapkan penerapannya di kemasan, media sosial, dan papan nama

Biasanya dibalas dalam beberapa jam pada hari kerja.